Pantaskah aku berterus terang? Ketika lembayung di ufuk Barat telah berkibar dan cahaya kemilau itu menempel di pipi merahnya. Hangat merekah, pohonan serta rumputan terpukul angin senja. Namun geriap rambutnya lebih menantang untuk aku lukis- Aku...
Walau mata berat, kepala pening, hati berantakan aku tulis juga aporisma sableng ini. Biar orang tahu, kalau matahari telah tenggelam, segalanya kelam, peswahan pun berangsur menjadi suram, apalagi seorang wanita yang benar-benar aku cintai memberi...
Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa kecil dulu. Kehidupan memang nyaris tanpa keluh- kesah. Juga, di luar sana orang tidak terdengar menggerutu karena naiknya harga, bisa kamu kenang juga dengan tenang sambil menikmati secangkir teh hangat kalau dulu...
Ilaharna rumaja kampung, dina wanci harieun beungeut, saba’da ngalakonan Sholat Maghrib sok arulin ka mana mendi. Nya kuring ge teu eleh deet ku rumaja nu sejenna. Saba’da sholat terus cuh-cih hibut teu pantes.
Dina manah geus pancuh. Duh panutan manah...
Pernahkah kamu mendengar seorang lelaki merintih karena tersakiti oleh perasaannya sendiri, kemudian menuliskannya ke dalam sebuah cerita? Sebaiknya simak saja cerita ini.
Kelak, seorang anak kecil ini akan menjadi wanita paling cantik di desa ini....